Hai!
Mana sushi-nya?
Udah makan?
Laper. Makan sekarang aja gimana?
...
Kamu harus cobain boba please
Mau Kokumi ga?
...
Terus-menerus bermain dengan isi pikiran sendiri
melontarkan kalimat-kalimat yang tidak perlu
menggerutu tentang hal yang belum tentu kebenarannya
(cape akutu sama diri sendiri)
Sudahi yuk
atas hal-hal yang belakangan ini tidak bisa kamu kontrol
emosi yang meluap-luap hingga orang yang tak tahu menau
dijadikan objek atas amarah-amarahmu
Maaf atas segala kekacauan yang aku buat beberapa hari lalu ya
Terima kasih sudah bertahan
Aku tidak menyalahkan issue masa kecilku
Dimana yang kalo ada maunya jarang digubris
Namun, hal-hal seperti itu terbawa sampai sekarang
bukan tidak mau merubah
akan tetapi seperti sudah membentuk karakter yang acuh dengan lingkungan
Namun, diri sendiri selalu butuh didengarkan dan dianggap keberadaannya karena mungkin dulu tidak mendapatkan semua itu
Ada yang salah dengan aku?
Ya
But, I dont know how to be heal
Aku kira aku sudah sembuh dan bisa mengenal diriku sendiri
berdamai
Nyatanya, aku tidak bisa kontrol apapun
dan melampiaskan semua kekesalan kepada justru orang yang sangat dekat
That’s why I did not work on my relationship
Terus mau sampai kapan?
Masih banyak sekali yang ingin ku paparkan
Kemudian aku harus menghadapi ini seperti apa?
Bagaimana?
Sementara kisah akan tetap berlanjut
bersama kamu
juga, bersama baik buruknya aku
maupun kamu
Tentang arti sebuah kepercayaan
nyatanya tak semudah teori
atau yang pernah ia lontarkan
juga sesalkan
lagi-lagi bergelut dengan diri sendiri
ternyata aku belum sepenuhnya memaafkan
yang sudah lewat
dimana masaku pernah hancur sehancur-hancurnya
Kau tak salah
sedikitpun
Namun, kekhawatiran
selalu saja menjadi mimpi buruk ditiap hari
Terima kasih telah bertumbuh bersamaku
dimana kau berikan "kecukupan" atas semua
begitu pula (mungkin) aku terhadapmu
Terima kasih telah memberikan arti sebenarnya
tentang arti sebuah perjalanan sekaligus menjalin hal-hal yang pasti
Hey, aku baik-baik saja
kau jaga diri baik-baik
Aku tetap berdiri kokoh
sampai kau (tetap) menjadikan arti pulang adalah aku