Rabu, 31 Oktober 2018

Kita gatau besok akan seperti apa, jangan khawatir akan ada apa esok.
Hey, jangan khawatir, aku bilang.
Karena Tuhan menjanjikan kehidupan yang seadil-adilnya.
Akan ada hasil dibalik sebuah usaha
Akan ada manis dibalik sebuah perjuangan
Tidak harus dengan dia, mungkin
Atau bisa juga
...
Ketika semua keluh resah aku tampakkan, membabi buta karena tak kau dengarkan
Bahkan tak kau sempatkan dengarkan sepatah dua patah ceritaku hari ini

Kau selalu saja dengan dirimu sendiri
Ambisi beserta seluruh mimpimu
Oh ya, aku tak ada disela-sela kedua itu

Bagaimana kalau kita batalkan seluruh rencana
maksudku rancangan
yang lama-lama semakin tak kelihatan bentuknya
tak lugas lagi untuk dibicarakan

Aku, kamu, semua orang memiliki waktu yang sama
bedanya dari pembagian porsi waktu

Ya, kau selalu saja membela dirimu sendiri
Menggembar-gemborkan pembelaanmu atas kemenangan dan kebahagianmu
hingga lupa aku yang setia sedia menunggu menjadi pencela waktumu
Ya, tak ada jeda hingga aku tak bisa mencela

Inginku melontarkan sumpah serapah
akan tetapi masih ada penerimaanku atas pembelaanmu

Selamat, kau sungguh aku kasihi
tanpa kamu tahu bagaimana cara mengasihi

Minggu, 30 September 2018

Seperti malam-malam sebelumnya, kurengkuh kakiku hingga terdekap
Menangisi kisah yang tak kunjung usai dengan penjelasan-penjelasan yang lugas
..
Katanya rindu, tapi malah jadi candu
Katanya cinta, tapi malah jadi jeda
...
Kau bilang kehilangan aku adalah hal yang kau takuti
tapi malah kau abaikan dan biarkan aku sendiri
seperti malam-malam sebelumnya, biarkan aku tertatih

Minggu, 23 September 2018

Aku kira ini ada sebuah pertemuan terakhir
Lagi-lagi gagal
Kupasrahkan semua harapan
Lagi-lagi tenggelam

Kenapa hidup harus tidak seadil ini?