Jiwa yang resah kian meradang
hingga pulang bukanlah pilihan awal
Aku tetap disini menunggu secercah cahaya yang mungkin bisa mengantarkanku pada kehangatan malam
bukan berarti aku menginginkan pulang
...
Bukankah tidak etis pulang kepada kamu yang sekarang pulang untuk mendekap yang lain?
Jumat, 30 November 2018
Kamis, 29 November 2018
Terima kasih telah membuatku menyerah
setelah selama ini ku agung-agungkan kau
Terima kasih telah membuat aku sangat lelah sehingga aku bisa menyadari lebih awal atas ketidakpastian yang semakin runyam
...
Sungguh Tuhan, aku menyesali percakapan yang berujung pertemuan sekaligus perpisahan (lagi)
Keinginan untuk memaki diri sendiri sangatlah besar
tapi aku bisa apa?
takkan ada yang berubah
pertemuan yang diakhiri perpisahan (lagi)
...
Baiklah, Tuhan.
Akan kunikmati (lagi) sunyi sendu sepanjang malam
Jumat, 09 November 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Kita gatau besok akan seperti apa, jangan khawatir akan ada apa esok.
Hey, jangan khawatir, aku bilang.
Karena Tuhan menjanjikan kehidupan yang seadil-adilnya.
Akan ada hasil dibalik sebuah usaha
Akan ada manis dibalik sebuah perjuangan
Tidak harus dengan dia, mungkin
Atau bisa juga
...
Ketika semua keluh resah aku tampakkan, membabi buta karena tak kau dengarkan
Bahkan tak kau sempatkan dengarkan sepatah dua patah ceritaku hari ini
Kau selalu saja dengan dirimu sendiri
Ambisi beserta seluruh mimpimu
Oh ya, aku tak ada disela-sela kedua itu
Bagaimana kalau kita batalkan seluruh rencana
maksudku rancangan
yang lama-lama semakin tak kelihatan bentuknya
tak lugas lagi untuk dibicarakan
Aku, kamu, semua orang memiliki waktu yang sama
bedanya dari pembagian porsi waktu
Ya, kau selalu saja membela dirimu sendiri
Menggembar-gemborkan pembelaanmu atas kemenangan dan kebahagianmu
hingga lupa aku yang setia sedia menunggu menjadi pencela waktumu
Ya, tak ada jeda hingga aku tak bisa mencela
Inginku melontarkan sumpah serapah
akan tetapi masih ada penerimaanku atas pembelaanmu
Selamat, kau sungguh aku kasihi
tanpa kamu tahu bagaimana cara mengasihi
Minggu, 30 September 2018
Seperti malam-malam sebelumnya, kurengkuh kakiku hingga terdekap
Menangisi kisah yang tak kunjung usai dengan penjelasan-penjelasan yang lugas
..
Katanya rindu, tapi malah jadi candu
Katanya cinta, tapi malah jadi jeda
...
Kau bilang kehilangan aku adalah hal yang kau takuti
tapi malah kau abaikan dan biarkan aku sendiri
seperti malam-malam sebelumnya, biarkan aku tertatih