Semisal semesta berkehendak mengubahku
Ku titipkan segenap sepi dalam ringkukan diam
Ku titipkan segala hal-hal yang dibuatnya menjadi terabaikan
sendiri
mengigit jari
menaham semuanya tumpah dalam sepi
Semisal Tuhan bisa menunjukkan jalan lebih dulu
mungkin juga ku takkan jauh lebih baik dari ini
atau mungkin
jauh lebih buruk
Bukankah jalan kehidupan akan berakhir bahagia?
atau akan selalu merenggutku dalam ketiadaan?
Benar, aku meminta kepada-Nya
hingga aku ada dalam kehidupan hari ini
Namun, akankah akan berganti dengan penuh canda tawa bahagia?
atau sekedar menemukan kehangatan dalam sebuah peristirahatan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar